Indonesian Journal of Health
http://www.citracendekiacelebes.org/index.php/INAJOH
<p><span style="font-family: helvetica; font-size: small;"><span style="font-family: helvetica; font-size: medium;">Indonesian Journal of Health is a publication of scientific work in the field of health in a broad sense such as public health, nursing, midwifery, medicine, pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, medical records, hospital management and so on. In addition, the Journal was first established since 2020 by located in Makassar, South Sulawesi. Indonesian Journal of Health published on January, April, July and October but when the volume 2 done, we already moving twice a year on June and December start with volume 3 with <strong><a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&1513603694&1&&">E-ISSN 2745-357X </a></strong></span></span></p> <p> </p>Yayasan Citra Cendekia Celebesen-USIndonesian Journal of Health2745-357XGambaran Kepuasan Masyarakat terhadap Kualitas Pelayanan Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Jongaya Kota Makassar
http://www.citracendekiacelebes.org/index.php/INAJOH/article/view/124
<p>Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2014, puskesmas berfungsi sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang paling dekat dengan masyarakat, dengan fokus utama pada upaya promotif dan preventif. Kepuasan masyarakat menjadi faktor penting dalam menilai keberhasilan pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kualitas pelayanan di wilayah kerja Puskesmas Jongaya. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif dan pendekatan cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 100 responden, 69% adalah perempuan dan 31% laki-laki. Berdasarkan kelompok usia, mayoritas responden berada pada rentang 26–35 tahun (49%), diikuti kelompok 36–45 tahun (8%), 46–55 tahun (21%), 56–65 tahun (12%), dan 66–75 tahun (10%). Dari sisi pendidikan, 2% responden tidak bersekolah, 16% SD, 16% SMP, 44% SMA, 7% diploma, dan 15% sarjana. Analisis kepuasan menunjukkan bahwa 43% responden sangat puas dengan layanan promotif, 67% sangat puas dengan layanan preventif, dan 54% sangat puas dengan layanan kuratif. Secara keseluruhan, tingkat kepuasan tertinggi dicatat pada 75% responden yang menyatakan sangat puas terhadap kualitas pelayanan kesehatan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah perempuan, berusia 56–65 tahun, berpendidikan SMA, dan berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Tingkat kepuasan tertinggi tercatat pada layanan promotif, dan terdapat hubungan yang signifikan antara kepuasan masyarakat dan kualitas layanan promotif dengan nilai p = 0,020 (<0,05).</p>Ummu SalamahNurhaliza Madani arifin
##submission.copyrightStatement##
2026-01-132026-01-1352566610.33368/inajoh.v5i2.124Karakteristik Penyakit Diabetes Melitus pada Pasien
http://www.citracendekiacelebes.org/index.php/INAJOH/article/view/125
<p><em>Diabetes Mellitus (DM) is a chronic metabolic disease characterized by elevated blood glucose levels and remains a growing public health problem. This study aimed to describe the characteristics of patients with Diabetes Mellitus at Maccini Sawah Primary Health Center, Makassar, from January to October 2024. A retrospective descriptive observational design was applied using medical record data of 411 outpatient DM patients. Data were analyzed descriptively and presented as frequency distributions. The results showed that most DM patients were female and belonged to the elderly age group (65–75 years). In terms of nutritional status, the majority of patients were classified as obese or overweight. Most patients were non-smokers and reported irregular physical activity. The most common occupations were housewives/unemployed individuals, private employees, and self-employed workers. The monthly distribution of DM patients during the study period showed no significant increase or decrease. These findings emphasize the importance of promotive and preventive strategies, particularly weight management and increased physical activity among patients with Diabetes Mellitus.</em></p>Nurhaliza Madani arifinZulfahmidah ZulfahmidahZulfahmidah Zulfahmidah
##submission.copyrightStatement##
2026-01-132026-01-1352677410.33368/inajoh.v5i2.125Gambaran Kepuasan Peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) di Puskesmas Mamajang Kota Makassar
http://www.citracendekiacelebes.org/index.php/INAJOH/article/view/156
<p>Pada tahun 2014 Indonesia menghadirkan program penanggulangan penyakit tidak menular dan kronik yang diberi nama Program Penanggulangan Penyakit Kronis (PROLANIS). Kepuasan pasien dalam PROLANIS merupakan tolok ukur penting untuk menilai kualitas layanan kesehatan yang dilaksanakan oleh fasilitas kesehatan. Kesesuaian pelaksanaan PROLANIS di Puskesmas Mamajang akan dilihat dari survei kepuasan pasien. Tujuan penelitian: untuk mengetahui gambaran kepuasan pasien PROLANIS di Puskesmas Mamajang. Metode: Jenis penelitian menggunakan observasional <em>preliminary study</em>. Teknik sampling menggunakan <em>cluster sampling</em>. Teknik pengumpulan data dengan wawancara semi struktural kemudian data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk narasi dan gambar. Hasil: 100% pasien puas terhadap petugas dan 90,1% pasien puas terhadap sarana dan prasarana serta program dan kegiatan Puskesmas Mamajang. Hambatan yang didapatkan berupa tempat pengambilan obat dan penyuluhan. Kesimpulan: Pelaksanaan PROLANIS di Puskesmas Mamajang sudah sangat baik dalam aspek petugas, sarana dan prasarana serta program dan kegiatan.</p>Muhammad Gilang RamadhanSalahuddin Salahuddin
##submission.copyrightStatement##
2026-01-132026-01-1352758210.33368/inajoh.v5i2.156Gangguan Pendengaran Terhadap Kualitas Hidup Lansia
http://www.citracendekiacelebes.org/index.php/INAJOH/article/view/126
<p>Sejalan dengan bertambahnya usia harapan hidup orang di Indonesia, masalah kesehatan bagi usia lanjut akan semakin bertambah. Salah satu masalah kesehatan usia lanjut adalah gangguan pendengaran. Lansia memiliki beberapa kerentanan dan faktor risiko yang secara umum disebabkan oleh penurunan kondisi fisik, psikologis, dan perubahan perkembangan pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya gangguan pendegaran pada lanjut usia, untuk mengetahui kualitas hidup lanjut usia, untuk mengetahui hubungan gangguan pendengaran dengan kualitas hidup pada lansia, serta untuk mengetahui hubungan karakteristik umur dengan kualitas hidup lansia. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari setengah lansia mengalami gangguan pendengaran pada telinga kanan (57.1%), lebih dari setengah lansia mengalami gangguan pendengaran pada telinga kiri (71.4%), dan lebih dari setengah lansia mengalami gangguan pendengaran unilateral (71.4%). Sebagian besar lansia kualitas hidupnya kurang baik (61.90%). Ada hubungan gangguan pendengaran dengan kualitas hidup lansia (p<0.05).</p> <p> </p>Putri Azimah Fauzi BasalamahArmanto MakmunAndi Tenri Sanna ArifuddinArhmad Ardhani PratamaFarah Ekawati Mulyadi
##submission.copyrightStatement##
2026-01-132026-01-1352839510.33368/inajoh.v5i2.126Karakteristik Pasien Tersangka Apendisitis Tahun 2021-2023 di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar
http://www.citracendekiacelebes.org/index.php/INAJOH/article/view/127
<p>Apendisitis merupakan peradangan yang terjadi di apendiks vermicularis. Penyakit ini peradangan yang paling sering ditemukan di semua umur dan jenis kelamin. Prevalensi apendisitis di Indonesia tahun 2019 – 2020 adalah 3.326 dan 596.132. Indonesia berada di ururan ke 4 pada tahun 2018 dengan jumlah 28.040 pasien dirawat inap. Anamnesis dan pemeriksaan fisisk memegang peranan utama, Pemeriksaan radiologi dan laboratorium membantu mencari diagnosis banding atau hasil yang diagnosisnya masih diragukan. Tujuan: Bagaimana karakteristik pasien tersangka apendisitis pada tahun 2021-2023 di RS Ibnu Sina Makassar. Metode : Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan metode retroskpektif. Hasil : Jenis kelamin 50% laki-laki dan 50% perempuan. Usia 15-24 (46,15%), kurang dari 15 tahun (15,38%), 25-44 tahun (19,23%),45-54 tahun (11,53%) dan lebih dari 54 tahun (7,26%), (100%) pasien nyeri perut kanan bawah, mual (65,4%), muntah (61,5%), Demam (42,3%), Lemas (26,9%), Nyeri ulu hati dan penurunan nafsu makan (7,7%). (46,2%) pasien leukosit normal, (53,8%) peningkatan leukosit. USG (57,7%) kesan apendisitis, (42,3%) normal, (15,4%) penyakit lain. Patologi anatomi (30,8%) apendisitis kronik (23,1%) apendisitis akut, dan (42,3%) tidak dilakukan pemeriksaan patologi anatomi. Kesimpulan : Karakteristik pasien tersangka apendisitis di RS. Ibnu Sina Makassar Tahun 2021-2023 menunjukkan jumlah yang seimbang antara laki laki dan perempuan dengan kelompok usia yang paling sering terdiagnosis adalah 15-24 tahun dengan gejala utama berupa nyeri perut kanan bawah disertai peningkatan leukosit, ditemukan juga kesesuaian antara diagnosis apendisitis dan hasil pemeriksaan USG (57.7%) serta hasil pemeriksaan patologi anatomi terbanyak ialah kondisi kronik dengan eksaserbasi akut.</p>Rezky Dwi WulandariErlin SyahrilMona NulandaRenny PurnamasariRahmawati Rahmawati
##submission.copyrightStatement##
2026-01-132026-01-13529610710.33368/inajoh.v5i2.127